Sebelum ada Upgrade dan ganti konsensus, ethereum tuh secara fungsi kurang praktikal, karena user harus bayar Gas fee yang gede cuma buat sekedar kirim token. Hal ini diperparah ketika momen DeFi summer dan NFT boom, makin mahal dan makin lama itu jaringan blockchain. Dicari lah solusi gimana biar ethereum ini bisa scalling ke level dimana user udah gaperlu lagi pusing soal harga dan waktu.
Sebelum ada L2 yang kita kenal selama ini dengan berbasis Rollup, sebetulnya dulu udah ada solusi scalling menggunakan Plasma
https://ethereum.org/developers/docs/scaling/plasma/
Tapi ada 1 masalah major yang belum ditemukan solusinya, ketika Plasma ini down atau kehack, seluruh transaksi harus di submit ulang ke Root alias Ethereum, nah karena bakal banyak transaksi yang di submit, root chain nya bisa congest atau down juga, ini disebut Mass Exit Problem.
Hingga akhirnya Rollup jadi solusi scalling utama yang sekarang banyak dipakai banyak L2, umumnya menggunakan ZK-Rollup atau Optimistic Cara kerja nya setiap transaksi dilakukan di L2 tapi secara periodic si L2 ini tetap submit hasil akhir ke Ethereum sebagai bukti.
Tapi sekarang L2 sebetulnya sudah ga terlalu diperlukan, karena dari banyaknya upgrade dan perubahan konsensus dari PoW ke PoS secara praktek udah bikin Ethereum bisa scalling dan gas pun ga terlalu mahal. https://symbiosis.finance/blog/ethereum-ecosystem-in-2026-what-changed-in-defi
Disamping itu, L2 boom bikin terlalu banyak liquidity tersebar ke banyak tempat yang akhirnya malah bikin si Ethereum jadi ga kebagian duit.
Dan karena banyak L2 juga, mereka jadi saling “membunuh” buat dapetin TVL dari para user, skemanya mirip dengan bikin retroactive points abis itu shutdown setelah koin nya anjlok karena gapunya use case.
Kalau kita lihat data dari https://l2beat.com/scaling/summary Meskipun kita punya lebih dari 10 rollup, pada kenyataan nya TVL cuma terkonsentrasi di 2 teratas yaitu Arbitrum dan Base.
Jadi L2 ini sudah tidak praktikal, tidak dibutuhkan dan tidak urgent lagi.
Vitalik sendiri bilang kalau L2 sudah waktunya punya identitas sendiri selain dari “Mengekor”, misalnya seperti Starknet dan Aztec yang fokus ke privacy dan Lighter yang fokus ke Perpetual Dex
https://reddit.com/r/ethereum/comments/1quv8if/on_l2s_and_ethereum/
Base mungkin jadi salah satu yang sadar soal ini, karena dia gamau Base cuma jadi “sidechain” nya ethereum, meskipun secara TVL dan volume dia ini menang.
Beberapa cara dilakukan buat merubah persepsi kalau Base ini bukan sekedar L2, contohnya dengan membuat Baseapp untuk social trading, lalu aktivasi protocol x402 buat agent Ditambah lagi ada upgrade Beryl yang memperkenalkan B20 native token yang mungkin bisa dipakai sebagai gas token, mungkin tease juga untuk $BASE
Jadi kesimpulan nya, L2 sekarang udah bukan ikan yang ngekor, mereka harus punya identitas sendiri Karena teknologi tanpa use case cuma kota tanpa penduduk.
- Tulisan ini dibuat untuk tujuan edukasi dan observasi industri, bukan financial advice atau ajakan investasi.
- Crypto memiliki risiko tinggi. Artikel ini hanya membahas tren dan dinamika industri.
- Data dan insight diambil dari sumber publik dan dapat berubah seiring perkembangan market.
About Aethereal
Aethereal is building the future of decentralized technology. Explore our official website, open-source projects, and community channels to learn more about the Aethereal ecosystem.
- Website: https://aethereal.top/
- GitHub: https://github.com/Aethereal-Collective
- X: https://x.com/aethereal_co
- Discord: Join the Aethereal Community
© 2026 Aethereal. All rights reserved.